Teruntuk : nama yang selalu terbawa oleh rintik hujan
masih dengannya aku
berdamai..masih karnanya aku terbasahi oleh kenangan.. tanpa ragu lagi aku
melangkah. Yang awalnya aku hanya tersenyum melihat kehadirannya dengan
keharmonisan diantara dedaunan, kini aku tak sungkan lagi untuk menyapa
ditengah-tenghanya dan membiarkan tubuhku berbasah-basahan dengannya.
Aku terdiam sejenak.. basah, dingin, damai..
Ah, beginilah gerimis selalu membuatku nyaman, dengan
seluruh kuasaNya..
Diantaranya masih aku mengelu-elukan kehadirannya, bergurau
basah dengannya, dan karenanya menghadirkan secuil kenangan abadi tentang cinta
ini...
Aku masih tegak berdiri ditengah gerimis hujan, masih
membiarkannya perlahan menyentuh tubuhku dengan lembut dan dinginnya.. aku
menutup mata, perlahan ku angkat kepalaku menghadap kesana, cakrawala sendu
yang serasa menertawakan tingkahku. Aku mungkin dengan berani akan
menanatangnya. Namun tidak untuk saat ini..
tanpa sadar dengan lembutnya dia menyentuh wajahku, semakin aku bertahan, semakin seringnya dia menyentuh tiap pori
wajahku. Perlahan, dingin, merasuk semakin dalam. Masih dengan kegelapan dalam
penglihatanku. Hinggga dalam gelap ini, ku temukan sosok bayangan indah dengan
senyum yang sudah tak asing dalam ingatanku. Kamu..
dalam tiap jengkal ingatanku, kau selalu menyatu dengan
gerimis yang merdu..
di antara rintik hujan ini aku ingin mengenangmu..
diantara tiap tetesnya, aku ingin menyampaikan seluruh
rinduku..
diantara gerimis aku ingin memeluk bayanganmu hingga dingin
ini sirna..
aku berkhayal bahwa tetesan yang membasahiku ini adalah
tangan lembutmu yang selalu mengacak-acak kepalaku..
dengan anganku, kau begitu nyata hadir mendekap dan
mendamaikanku
hanya dalam hati, aku ingin membisikkan seluruh rasa yang
selalu bergelayut tentangmu
masih denganmu, ingatanku
terlalu sering bersua..
rindu..
aku berharap bisa menyentuhnya diantara mimpi yang ada
menggenggam jemarinya saat tersulit itu tiba
mengusap air mata dan keringatnya dalam setiap usaha dan doa
tapi entah..
aku hanya bisa terdiam, tanpa mampu melawan
aku hanya bisa memberi senyuman dari kejauhan
yang mungkin tak pernah dia sadar
tuhan, bukankah sejauh apapun doa itu pasti akan
tersampaikan?
Bukankah sediam apapun
rindu itu pasti akan terungkapkan?
Tuhan, di antara rahmat yang membasahiku saat ini, sampaikan
padanya, aku selalu merindukan kehadirannya. Merindukan setiap detik waktu
bersamanya..
tapi Tuhan, marahkah
Engkau ketika aku sangat mengaharapkannya? Maaf Tuhan, tapi aku hanya ingin
berterus terang padaMu..
jika memang begitu,
sampaikan padanya,...
Bahwa selalu ada namanya disetiap doa dalam sujudku
Bahwa selalu ada rindu untuknya yang terselip diantara
rinduku padaMu
Bahwa selalu ada
harapan dengannya diantara harapan masa
depanku..
Tuhan, aku hanya wanita lemah yang hanya bisa mendoakannya,
yang hanya bisa menangisinya diantara rintik hujan..
Sungguh, aku tak mampu berbuat apapun sekarang Tuhan,
tapi aku selalu percaya tak pernah ada doa yang sia-sia..
Nanda Silviana
Surabaya, 7 April 2015,
13:30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar