Selasa, 08 November 2016

Gerimis..



Teruntuk : nama yang selalu terbawa oleh rintik hujan
 masih dengannya aku berdamai..masih karnanya aku terbasahi oleh kenangan.. tanpa ragu lagi aku melangkah. Yang awalnya aku hanya tersenyum melihat kehadirannya dengan keharmonisan diantara dedaunan, kini aku tak sungkan lagi untuk menyapa ditengah-tenghanya dan membiarkan tubuhku berbasah-basahan  dengannya.
Aku terdiam sejenak.. basah, dingin, damai..
Ah, beginilah gerimis selalu membuatku nyaman, dengan seluruh kuasaNya..
Diantaranya masih aku mengelu-elukan kehadirannya, bergurau basah dengannya, dan karenanya menghadirkan secuil kenangan abadi tentang cinta ini...
Aku masih tegak berdiri ditengah gerimis hujan, masih membiarkannya perlahan menyentuh tubuhku dengan lembut dan dinginnya.. aku menutup mata, perlahan ku angkat kepalaku menghadap kesana, cakrawala sendu yang serasa menertawakan tingkahku. Aku mungkin dengan berani akan menanatangnya. Namun tidak untuk saat ini..
tanpa sadar dengan lembutnya dia menyentuh wajahku,  semakin aku bertahan,  semakin seringnya dia menyentuh tiap pori wajahku. Perlahan, dingin, merasuk semakin dalam. Masih dengan kegelapan dalam penglihatanku. Hinggga dalam gelap ini, ku temukan sosok bayangan indah dengan senyum yang sudah tak asing dalam ingatanku. Kamu..
dalam tiap jengkal ingatanku, kau selalu menyatu dengan gerimis yang merdu..
di antara rintik hujan ini aku ingin mengenangmu..
diantara tiap tetesnya, aku ingin menyampaikan seluruh rinduku..
diantara gerimis aku ingin memeluk bayanganmu hingga dingin ini sirna..
aku berkhayal bahwa tetesan yang membasahiku ini adalah tangan lembutmu yang selalu mengacak-acak kepalaku..
dengan anganku, kau begitu nyata hadir mendekap dan mendamaikanku
hanya dalam hati, aku ingin membisikkan seluruh rasa yang selalu bergelayut tentangmu
masih denganmu, ingatanku  terlalu sering bersua..
rindu..
aku berharap bisa menyentuhnya diantara mimpi yang ada
menggenggam jemarinya saat tersulit itu tiba
mengusap air mata dan keringatnya dalam setiap usaha dan doa
tapi entah..
aku hanya bisa terdiam, tanpa mampu melawan
aku hanya bisa memberi senyuman dari kejauhan
yang mungkin tak pernah dia sadar
tuhan, bukankah sejauh apapun doa itu pasti akan tersampaikan?
Bukankah sediam apapun  rindu itu pasti akan terungkapkan?
Tuhan, di antara rahmat yang membasahiku saat ini, sampaikan padanya, aku selalu merindukan kehadirannya. Merindukan setiap detik waktu bersamanya..
 tapi Tuhan, marahkah Engkau ketika aku sangat mengaharapkannya? Maaf Tuhan, tapi aku hanya ingin berterus terang padaMu..
 jika memang begitu, sampaikan padanya,...
Bahwa selalu ada namanya disetiap doa dalam sujudku
Bahwa selalu ada rindu untuknya yang terselip diantara rinduku padaMu
 Bahwa selalu ada harapan dengannya  diantara harapan masa depanku..
Tuhan, aku hanya wanita lemah yang hanya bisa mendoakannya, yang hanya bisa menangisinya diantara rintik hujan..
Sungguh, aku tak mampu berbuat apapun sekarang  Tuhan,
tapi aku selalu percaya tak pernah ada doa  yang sia-sia..


Nanda Silviana

Surabaya, 7 April 2015, 13:30



Tidak ada komentar:

Posting Komentar