Minggu, 15 November 2015




Jika ingin pergi, pergilah. Tapi tolong jangan sering melihat ke arahku ketika kamu melagkah. Aku masih belum terbiasa tanpa senyuman itu. Aku masih saja sakit ketika mlihat senyum itu semakin menjauhiku..
Jika kamu ingin berpaling, berpalinglah. Tapi jangan setengah-setengah. Kau pasti tahu bagaimana rasanya ketika kau menicintai sepenuhnya tapi hanya dicintai seperlunya...
Jika kau ingin melepaskanku, lepaskanlah. Ini bukan ikatan ynag kuat yang aku sendiri tak mampu melepaskan diri. Mungkin saja dengan melepaskanku, lantas kau menemui kebahagiaan..

Jangan pernah ragu untuk berkata : aku tak lagi mencintaimu. Menyakitkan memang bagiku. Tapi jika itu melegakanmu? Aku tak apa.
Bagiku, kau memang hampir segalanya, tapi aku bagimu? sekarang mungkin bukan apa-apa..
Pergilah,. Karna akan lebih menyakitkan ketika kau harus menjaga sesuatu yang tak selamanya ingin kau miliki. Ketika kau terpaksa menjaga hati yang tak ingin selamanya kau cintai..
Akupun cukup tau diri..
Dulu aku memang sering merengek untuk terus bersamamu. Sekarang mungkin masih begitu. Tapi aku semakin tau bahwa ketika kita bersama, kebahagiaan tak menghampiri kebersaman kita..
Dulu aku sering mendapat kabar darimu. Sekarang memang inginku masih begitu, tapi kemudian aku paham bahwa kau memang tak ingin mengabariku..
Pergilah, jangan kau tanyakan bagaimana aku...
Tanpa kau tanya kau pasti tahu, ketika kau pergi aku hancur karna masih sangat mencintaimu..
Tapi percayalah, aku tak selemah itu..
Aku masih punya penciptamu, penciptaku juga.. ia menciptakan aku untuk menghadapi semua masalah, termasuk kehilanganmu..
Ia tak kan mmbiarkan aku terpuruk hanya karna kepergianmu..
Penciptaku pasti tahu bagaimana mengembalikan hatiku yang telah menjadi kepingan karnamu..
Kau harus tahu,..
Kau meninggalkanku, tapi penciptaku tak pernah sedikitpun berencana meninggalkanku...